Musuh Terbesar Kesuksesan Anda

Bagaimana bila ada seseorang sedemikian ngotot menghalangi anda mencapai kesuksesan?

Selalu menghalangi di setiap usaha anda?

Memberikan segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak?

Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu?

Bagaimana jika ternyata orang itu adalah diri anda sendiri? Diri sendiri memang musuh terbesar dan terkuat yang bisa dengan mudah menjadi penghalang kesuksesan usaha anda. Seperti saat anda berkata pada diri sendiri, “Aku tidak bisa melakukan hal itu.” Atau, mencari-cari segudang alasan untuk tidak melakukan sesuatu hal?

Hanya diri anda sendirilah yang bisa membatasi langkah-langkah menuju kesuksesan. Bukan orang lain, bukan modal, dan juga bukan karena tidak punya waktu. Itu semua cuma alasan dan keterbatasan yang anda buat sendiri.

Semua masalah ada solusinya dan semua solusi pasti akan membawa selangkah lebih maju menuju kesuksesan. Tetap semangat!! http://www.dexton.adexindo.com – Dexton Indonesia – Majalah Online untuk Pebisnis Pemula

Laba 150% di Bisnis Restoran

Bisnis restoran tergolong usaha yang sangat menarik dan menjanjikan. Beberapa pebisnis restoran bahkan berani menyebutkan bahwa laba bisnis ini sangat besar, bisa mencapai 150% atau lebih. Bukan main! Tentunya laba sebesar itu hanya berlaku untuk restoran yang sudah sukses menjaring konsumen untuk menjadi pelanggan.

Untuk sukses, pertama-tama produk makanan yang dipilih sebaiknya sesuai selera maupun kebutuhan pasar. Lakukan riset pasar tentang makanan apa saja yang paling disukai, berapa kali membeli makanan tersebut, dimana jika hendak beli makanan itu dan informasi lain yang berkaitan.

Jika sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen, jadikan produk makanan anda ENAK dan UNIK agar bisa menembus pasaran. Makanan enak akan menarik pembeli untuk terus datang kembali dan menjadi pelanggan setia. Sedangkan unik berarti beda dalam bentuk penyajian, modifikasi resep makanan, pelayanan, atau apa saja yang bisa menarik perhatian pembeli.

Berikutnya, 3 faktor penentu kesuksesan restoran adalah lokasi, lokasi dan lokasi ;)  Lokasi strategis sangat penting dalam bisnis ini karena karakter bisnis ini yang “dikunjungi” bukan mengunjungi konsumen. Cari lokasi yang benar-benar mewakili banyak konsumen, seperti dekat perkantoran, pasar, sekolah atau ‘keramaian’ lain yang potensial.

Tak kalah pentingnya adalah harga jual makanan. Bila terlalu mahal, konsumen akan menjauh. Dan bila terlalu murah, maka makanan itu akan dicap produk murahan yang tidak berkualitas, juga bisa mengurangi laba usaha.

Cara menentukan harga yang tepat? Lihat harga jual pesaing produk anda -tentunya dengan kualitas dan porsi makanan yang kira-kira sama. Kemudian, tetapkan harga jual produk anda sedikit lebih murah daripada harga jual mereka agar konsumen mau mencoba produk anda. Ingat, harga jual tersebut harus sudah mencakup biaya produksi dan laba. http://www.dexton.adexindo.com – Dexton Indonesia – Majalah Online untuk Pebisnis Pemula

Guerilla Marketing : Rahasia Mindset Marketing

Inti Guerilla Marketing sebenarnya ada pada mindset atau pola pikir Anda. Selalu fokuskan pikiran pada marketing sepanjang waktu. Tanyakan terus pada diri anda, “Bagaimana yaa supaya produk saya bisa menarik perhatian pembeli?”
Tidak mudah memang, karena kita semua tidak terlahir dengan mindset marketing. Yang dikatakan bakat dagang itu pun sebenarnya cuma mitos saja. Bukan karena bakat, orang bisa sukses. Tapi karena mindset mereka yang selalu terobsesi pada satu tujuan. Jualan, jualan dan jualan.
Bagaimana kita bisa punya mindset marketing? Yang paling mudah adalah buka mata lebar-lebar. Selagi menonton tv misalnya, iklan seperti apa yang bisa menarik perhatian anda?

Headline berita koran mana yang lebih dulu tertangkap mata anda? Brosur apa yang tetap anda simpan? Dan brosur seperti apa yang langsung anda buang?

Terus cari hal-hal yang bisa “menjual” di sekeliling kita setiap hari. Juga perhatikan apa saja yang bisa menurunkan minat anda pada suatu produk. Jadikan ini kebiasaan baru anda dan mindset marketing pun nanti terbentuk dengan sendirinya.

Dengan mindset marketing, kita bisa temukan cara beriklan yang lebih efektif misalnya. Atau, apa sih sebenarnya yang membuat pembeli memilih suatu produk?

Gali terus trend produk/jasa, kebiasaan pembeli, dan cara menjual yang paling efektif. Jaga mindset anda agar tetap fresh dan aktif sepanjang waktu. Believe me, ide atau solusi bisnis anda akan mengalir dengan sendirinya.sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Buka Usaha Sampingan Tanpa Resiko

Apa yang perlu anda perhatikan bila ingin membuka usaha sampingan? Salah satunya adalah anda harus memperhatikan bidang usaha yang ingin dijalankan. Resiko berbisnis bisa dikurangi jika anda benar-benar cermat dalam memilih bidang usaha.

Apakah anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Atau membuka toko kelontong? Bisa juga usaha jasa pembuatan kue-kue atau minuman. Bagaimana dengan usaha pernik-pernik/suvenir? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

1. Bidang usaha yang masih jarang atau belum ada yang memulai.
Beberapa dari anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti anda tidak akan sukses dengan bidang usaha jenis ini. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Nyatanya Aqua sukses besar.

2. Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
Bisa juga anda memulai bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak orang ragu untuk membuka usaha toko kelontong, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya. Sebenarnya, biarpun usaha toko anda baru berdiri, tapi kalau mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, maka usaha anda walaupun sudah banyak saingan yang lebih dulu berdiri tetap bisa berhasil. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Robert Kiyosaki: Cara Menemukan Sumber Uang

Menurut Kiyosaki, sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain. Pekerja – bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara –, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja.

Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus – bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras.

Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang -yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup.

Kebebasan finansial tersebut dapat dicapai dengan mememiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan aset dan liabilitas bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda.

Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset – segala sesuatu yang memasukan uang ke kantong Anda – dan memperkecil liabilitas – segala hal yang menguras uang dari kantong Anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dan seterusnyasumber: www.dexton.adexindo.com

Cara Pintar Karyawan Jadi Investor

Pernahkah Anda mendengar dalil 90/10? Artinya 90% dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 10% dari populasi.  Begitu banyaknya harta yang dikuasai oleh segelintir orang kaya, sementara mayoritas penduduk harus bersusah payah untuk memperebutkan 10% sisa harta?

Banyak yang beranggapan bahwa orang kaya adalah orang khusus yang dianugerahi berbagai hal. Mungkin karakter mereka yang berbakat sukses, lahir dari keluarga kaya, atau memang dasarnya mereka punya keberuntungan besar. Nyatanya? Tidak sama sekali!
Fakta menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil orang kaya yang terlahir kaya. Sebagian besar orang kaya malah orang-orang biasa yang memulai dari bawah seperti petani, pekerja kasar, guru, dll. So, jadi kaya itu hak semua orang tanpa kecuali, termasuk anda.
Tinggalkan kebiasan berpikir dan mental karyawan. Anda adalah investor yang setiap saat menginvestasikan semua aset untuk kebebasan finansial di masa depan. Aset apa? Gaji anda! Waa, gaji bulanan biasanya cuma mampir, say hello and bye bye.
Bisa kalau anda memang benar-benar punya kemauan tinggi jadi investor. Caranya? Alokasikan 10% dari total gaji anda untuk investasi. Tekan semua pengeluaran supaya tidak melebihi batas 90% dari total gaji.
10% dari gaji terlalu kecil untuk investasi? Memang terlihat kecil sekarang. Tapi jika anda disiplin menabung 10% dari gaji anda setiap bulan, tahun depan aset anda sudah 12 kali lipat lebih banyak dari sekarang.
Sambil menunggu aset terkumpul, cari peluang investasi beresiko kecil untuk menambah nilai aset anda. Atau, ajak teman anda untuk bergabung dan bersama-sama mengumpulkan aset untuk investasi yang lebih besar.
Intinya, anda pasti bisa kalau anda benar-benar mau. Jangan tunggu sampai besok atau lusa. Ingat! Waktu juga aset anda. Maksimalkan waktu anda untuk mengejar kebebasan finansial di masa depan. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis

  1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.
  1. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
  1. Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.
  1. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele. Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.
  1. Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran. sumber: http://www.dexton.adexindo.com


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.