Archive for May, 2008

Guerilla Marketing : Rahasia Mindset Marketing

Inti Guerilla Marketing sebenarnya ada pada mindset atau pola pikir Anda. Selalu fokuskan pikiran pada marketing sepanjang waktu. Tanyakan terus pada diri anda, “Bagaimana yaa supaya produk saya bisa menarik perhatian pembeli?”
Tidak mudah memang, karena kita semua tidak terlahir dengan mindset marketing. Yang dikatakan bakat dagang itu pun sebenarnya cuma mitos saja. Bukan karena bakat, orang bisa sukses. Tapi karena mindset mereka yang selalu terobsesi pada satu tujuan. Jualan, jualan dan jualan.
Bagaimana kita bisa punya mindset marketing? Yang paling mudah adalah buka mata lebar-lebar. Selagi menonton tv misalnya, iklan seperti apa yang bisa menarik perhatian anda?

Headline berita koran mana yang lebih dulu tertangkap mata anda? Brosur apa yang tetap anda simpan? Dan brosur seperti apa yang langsung anda buang?

Terus cari hal-hal yang bisa “menjual” di sekeliling kita setiap hari. Juga perhatikan apa saja yang bisa menurunkan minat anda pada suatu produk. Jadikan ini kebiasaan baru anda dan mindset marketing pun nanti terbentuk dengan sendirinya.

Dengan mindset marketing, kita bisa temukan cara beriklan yang lebih efektif misalnya. Atau, apa sih sebenarnya yang membuat pembeli memilih suatu produk?

Gali terus trend produk/jasa, kebiasaan pembeli, dan cara menjual yang paling efektif. Jaga mindset anda agar tetap fresh dan aktif sepanjang waktu. Believe me, ide atau solusi bisnis anda akan mengalir dengan sendirinya.sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Buka Usaha Sampingan Tanpa Resiko

Apa yang perlu anda perhatikan bila ingin membuka usaha sampingan? Salah satunya adalah anda harus memperhatikan bidang usaha yang ingin dijalankan. Resiko berbisnis bisa dikurangi jika anda benar-benar cermat dalam memilih bidang usaha.

Apakah anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Atau membuka toko kelontong? Bisa juga usaha jasa pembuatan kue-kue atau minuman. Bagaimana dengan usaha pernik-pernik/suvenir? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

1. Bidang usaha yang masih jarang atau belum ada yang memulai.
Beberapa dari anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti anda tidak akan sukses dengan bidang usaha jenis ini. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Nyatanya Aqua sukses besar.

2. Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
Bisa juga anda memulai bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak orang ragu untuk membuka usaha toko kelontong, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya. Sebenarnya, biarpun usaha toko anda baru berdiri, tapi kalau mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, maka usaha anda walaupun sudah banyak saingan yang lebih dulu berdiri tetap bisa berhasil. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Robert Kiyosaki: Cara Menemukan Sumber Uang

Menurut Kiyosaki, sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain. Pekerja – bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara –, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja.

Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus – bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras.

Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang -yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup.

Kebebasan finansial tersebut dapat dicapai dengan mememiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan aset dan liabilitas bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda.

Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset – segala sesuatu yang memasukan uang ke kantong Anda – dan memperkecil liabilitas – segala hal yang menguras uang dari kantong Anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dan seterusnyasumber: www.dexton.adexindo.com

Cara Pintar Karyawan Jadi Investor

Pernahkah Anda mendengar dalil 90/10? Artinya 90% dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 10% dari populasi.  Begitu banyaknya harta yang dikuasai oleh segelintir orang kaya, sementara mayoritas penduduk harus bersusah payah untuk memperebutkan 10% sisa harta?

Banyak yang beranggapan bahwa orang kaya adalah orang khusus yang dianugerahi berbagai hal. Mungkin karakter mereka yang berbakat sukses, lahir dari keluarga kaya, atau memang dasarnya mereka punya keberuntungan besar. Nyatanya? Tidak sama sekali!
Fakta menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil orang kaya yang terlahir kaya. Sebagian besar orang kaya malah orang-orang biasa yang memulai dari bawah seperti petani, pekerja kasar, guru, dll. So, jadi kaya itu hak semua orang tanpa kecuali, termasuk anda.
Tinggalkan kebiasan berpikir dan mental karyawan. Anda adalah investor yang setiap saat menginvestasikan semua aset untuk kebebasan finansial di masa depan. Aset apa? Gaji anda! Waa, gaji bulanan biasanya cuma mampir, say hello and bye bye.
Bisa kalau anda memang benar-benar punya kemauan tinggi jadi investor. Caranya? Alokasikan 10% dari total gaji anda untuk investasi. Tekan semua pengeluaran supaya tidak melebihi batas 90% dari total gaji.
10% dari gaji terlalu kecil untuk investasi? Memang terlihat kecil sekarang. Tapi jika anda disiplin menabung 10% dari gaji anda setiap bulan, tahun depan aset anda sudah 12 kali lipat lebih banyak dari sekarang.
Sambil menunggu aset terkumpul, cari peluang investasi beresiko kecil untuk menambah nilai aset anda. Atau, ajak teman anda untuk bergabung dan bersama-sama mengumpulkan aset untuk investasi yang lebih besar.
Intinya, anda pasti bisa kalau anda benar-benar mau. Jangan tunggu sampai besok atau lusa. Ingat! Waktu juga aset anda. Maksimalkan waktu anda untuk mengejar kebebasan finansial di masa depan. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis

  1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.
  1. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
  1. Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.
  1. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele. Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.
  1. Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan

Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?
Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan cara-cara usang seperti itu.
Menurut Bettger, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho, belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai teman, bukannya penjual.
Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu? Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.
Saat itu terjadi, prospek sudah “membeli” kepercayaan pada diri anda. Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan sebelum mereka membeli suatu produk. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Guerilla Marketing (2): Ledakkan Omzet Bisnis Anda

Dimanakah kunci sukses marketing? Yup, kuncinya ada di genggaman tangan anda sendiri. Untuk sukses, anda harus tahu apa sebenarnya keinginan dan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan harus jelas, spesifik dan terperinci. Makin jelas tujuannya, makin besar pula peluang kesuksesan anda. Karena, jika tidak tahu mau pergi kemana, bagaimana anda bisa sampai ke tempat yang diinginkan?
Sekarang, apa tujuan anda? Meledakkan omzet anda? Berapa banyak omzet yang anda inginkan? Tulis dengan spesifik angka penjualan untuk tahun ini. Anda bebas menentukan berapa pun besar angka yang diinginkan dalam periode waktu tertentu
Yang terpenting adalah angka penjualan itu harus realistis sesuai dengan keyakinan diri anda. Sebagai guerilla marketer, anda harus realistis dan yakin bahwa anda bisa mencapai tujuan itu tanpa beban yang berlebihan.
Jadi…..Targetnya tidak tinggi? Tidak juga. Target yang rendah dan mudah tercapai tidaklah realistis. Kemampuan anda tidak akan pernah bisa berkembang kalau hanya mengejar angka-angka kecil.
Bagaimana cara memastikan bahwa tujuan kita itu realistis? Berikut daftar pertanyaan yang harus anda jawab:
  • Bisakah hal ini benar-benar saya kerjakan?
  • Pernahkah saya berusaha mencapai target serupa atau setidaknya yang mendekati target itu?
  • Apakah angka-angka, periode waktu dan nilai uang yang ditentukan terlihat logis?
  • Apakah kompetitor saya mengejar target yang sama?
  • Apakah mindset saya berkata,” Target ini pasti bisa saya capai!!”?
Jika anda menjawab ya untuk pertanyaan di atas, berarti target anda sangat realistis.
Hampir semua target -yang paling menantang sekalipun, bisa lebih mudah dicapai dengan membagi target itu menjadi beberapa tahapan. Sehingga setiap kali anda berhasil menyelesaikan satu tahapan, anda akan merasa lebih percaya diri. Ini sangat penting karena kesuksesan sangat bergantung pada keyakinan diri anda.
Begitu seterusnya, tahap demi tahap anda selesaikan dengan kepercayaan diri yang makin tinggi. Momentum pun terbentuk dan mendorong anda sampai ke tujuan utama. Meledakkan omzet bisnis anda! sumber: http://www.dexton.adexindo.com