Archive Page 2

Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan

Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?
Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan cara-cara usang seperti itu.
Menurut Bettger, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho, belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai teman, bukannya penjual.
Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu? Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.
Saat itu terjadi, prospek sudah “membeli” kepercayaan pada diri anda. Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan sebelum mereka membeli suatu produk. sumber: http://www.dexton.adexindo.com
Advertisements

Guerilla Marketing (2): Ledakkan Omzet Bisnis Anda

Dimanakah kunci sukses marketing? Yup, kuncinya ada di genggaman tangan anda sendiri. Untuk sukses, anda harus tahu apa sebenarnya keinginan dan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan harus jelas, spesifik dan terperinci. Makin jelas tujuannya, makin besar pula peluang kesuksesan anda. Karena, jika tidak tahu mau pergi kemana, bagaimana anda bisa sampai ke tempat yang diinginkan?
Sekarang, apa tujuan anda? Meledakkan omzet anda? Berapa banyak omzet yang anda inginkan? Tulis dengan spesifik angka penjualan untuk tahun ini. Anda bebas menentukan berapa pun besar angka yang diinginkan dalam periode waktu tertentu
Yang terpenting adalah angka penjualan itu harus realistis sesuai dengan keyakinan diri anda. Sebagai guerilla marketer, anda harus realistis dan yakin bahwa anda bisa mencapai tujuan itu tanpa beban yang berlebihan.
Jadi…..Targetnya tidak tinggi? Tidak juga. Target yang rendah dan mudah tercapai tidaklah realistis. Kemampuan anda tidak akan pernah bisa berkembang kalau hanya mengejar angka-angka kecil.
Bagaimana cara memastikan bahwa tujuan kita itu realistis? Berikut daftar pertanyaan yang harus anda jawab:
  • Bisakah hal ini benar-benar saya kerjakan?
  • Pernahkah saya berusaha mencapai target serupa atau setidaknya yang mendekati target itu?
  • Apakah angka-angka, periode waktu dan nilai uang yang ditentukan terlihat logis?
  • Apakah kompetitor saya mengejar target yang sama?
  • Apakah mindset saya berkata,” Target ini pasti bisa saya capai!!”?
Jika anda menjawab ya untuk pertanyaan di atas, berarti target anda sangat realistis.
Hampir semua target -yang paling menantang sekalipun, bisa lebih mudah dicapai dengan membagi target itu menjadi beberapa tahapan. Sehingga setiap kali anda berhasil menyelesaikan satu tahapan, anda akan merasa lebih percaya diri. Ini sangat penting karena kesuksesan sangat bergantung pada keyakinan diri anda.
Begitu seterusnya, tahap demi tahap anda selesaikan dengan kepercayaan diri yang makin tinggi. Momentum pun terbentuk dan mendorong anda sampai ke tujuan utama. Meledakkan omzet bisnis anda! sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Formula Sukses Anthony Robbins

Baik disengaja atau tidak, setiap orang menggunakan formula yang sama untuk sukses. Gunakan 4 langkah mudah berikut untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan.

* Putuskan apa sebenarnya yang anda sangat inginkan. Harus spesifik! Karena semakin jelas keinginan anda, makin besar juga kekuatannya

* Take Action! Sekarang!! Bukan menunggu datangnya mood ,nanti jika ada waktu luang ataupun menunggu kondisi dan situasi yang pas (sempurna). Ambil tindakan sekarang juga!

* Cermati dengan teliti segala tindakan anda. Jangan habiskan energi pada hal yang jelas-jelas terbukti tidak akan berhasil mewujudkan keinginan anda.

* Rubah atau modifikasi tindakan anda sesuai kebutuhan sampai pada akhirnya tujuan tercapai.
sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Guerilla Marketing : Rahasia Mindset Marketing

Inti Guerilla Marketing sebenarnya ada pada mindset atau pola pikir Anda. Selalu fokuskan pikiran pada marketing sepanjang waktu. Tanyakan terus pada diri anda, “Bagaimana yaa supaya produk saya bisa menarik perhatian pembeli?”

Tidak mudah memang, karena kita semua tidak terlahir dengan mindset marketing. Yang dikatakan bakat dagang itu pun sebenarnya cuma mitos saja. Bukan karena bakat, orang bisa sukses. Tapi karena mindset mereka yang selalu terobsesi pada satu tujuan. Jualan, jualan dan jualan.

Bagaimana kita bisa punya mindset marketing? Yang paling mudah adalah buka mata lebar-lebar. Selagi menonton tv misalnya, iklan seperti apa yang bisa menarik perhatian anda?

Headline berita koran mana yang lebih dulu tertangkap mata anda? Brosur apa yang tetap anda simpan? Dan brosur seperti apa yang langsung anda buang?

Terus cari hal-hal yang bisa “menjual” di sekeliling kita setiap hari. Juga perhatikan apa saja yang bisa menurunkan minat anda pada suatu produk. Jadikan ini kebiasaan baru anda dan mindset marketing pun nanti terbentuk dengan sendirinya.

Dengan mindset marketing, kita bisa temukan cara beriklan yang lebih efektif misalnya. Atau, apa sih sebenarnya yang membuat pembeli memilih suatu produk?

Gali terus trend produk/jasa, kebiasaan pembeli, dan cara menjual yang paling efektif. Jaga mindset anda agar tetap fresh dan aktif sepanjang waktu. Believe me, ide atau solusi bisnis anda akan mengalir dengan sendirinya. sumber: http://www.dexton.adexindo.com

Blue Ocean Strategy, Keunikan Bisnis Anda

Sejatinya “Blue Ocean Strategy” (strategi bisnis laut biru) ini sudah dikenal sejak tahun 2005 lalu. Saat itu berbagai acara bedah buku, seminar, sarasehan hingga diskusi informal lainnya kerap dilakukan. Oleh banyak pembicara seminar, konsep dasar strategi bisnis laut biru yang dikarang oleh W Chan Kim dan Renee Maubourgne, diperas intisarinya oleh banyak pembicara seminar menjadi pembelajaran bagaimana meningkatkan value innovation pada sebuah perusahaan.
Blue Ocean Strategy (BOS) mengajak pebisnis memasuki celah-celah inovasi yang belum terpikirkan oleh pebisnis lain sebelumnya. Inovasi bagi pebisnis adalah hal terpenting. Inovasi adalah kata kuncinya.

Dalam bahasa awam, inovasi disinonimkan dengan kreasi, atau kreativitas. Inilah kata kunci jika anda atau siapapun ingin sukses menggeluti bisnis. Harus penuh kreasi. Apa konsekuensinya jika anda tidak kreatif? Jelas bisnis anda akan terbenam dalam ‘laut merah’, seperti yang digambarkan W Chan Kim dan Renee. Karena sesuatu yang tidak kreatif pasti tidak unik, dan sesuatu yang tidak unik memiliki teman serupa yang sangat banyak jumlahnya.

Inovasi,  tidak selalu berupa inovasi teknologi, tetapi dapat berupa inovasi lain yang dapat meningkatkan  keuntungan pelanggan yang disesuaikan dengan harga jual dan biaya. Soal unik ini, ada seorang penjual soto hanya dengan ‘memainkan’ strategi gebraknya karena selalu memukulkan botol kecap ke rombongnya setiap ada pelanggan datang ia mampu memicu daya ingat pelangganya dengan menyebutnya soto gebrak. Ia pun laris. Tentu anda tidak akan ikut-ikutan cara seperti itu, karena cara itu kini sudah usang. Di level perusahaan yang lebih besar, produsen sepeda motor Yamaha mampu menyalip dominasi pasar sepeda motor yang dikuasai Honda dengan hanya memberikan sentuhan sepeda motor dengan produk yang berbeda, berupa Yamaha Mio yang bentuknya vespa bukan, bebekpun tidak.

Bagaimana dengan Laut Biru bisnis anda?